Kamis, 30 Oktober 2008

IKHLASNYA SEORANG KAKEK

Alkisah, tingggalah seorang kakek yang sangat tua di suatu perkampungan. S uatu hari, ia mengambil cangkul dan memulai mencangkul lahan pekarangannya. Tetangga yang kebetulan lewat, berhenti, dan dan mulai memperhatikan tingkah dari kakek tersebut.
Karena penasaran, tetangga tadi bertanya,''Apa yang sedang kakek kerjakan?
Kakek sedang meyiapkan lahan untuk menanam pohon jati" jawabnya sambil terus mencangkul.Bukannya merasa puas dengan jawaban kakek, sang tetangga malah semakin heran." Kakek sudah sangat tua, sementara pohon jati butuh puluhan tahun untuk dapat digunakan. Ketika pohon jati itu sudah bisa ditebang, mungkin kakek sudah meninggal,"
Mendengar pernyataan itu kakek itupun tersenyum dan berkata," Kakek semua tahu itu, pohon yang kakek tanam inipun bukan untuk kakek gunakan sendiri. Mungkin cucu kakek yang akan menikmati, atau engkau dan warga kampung. Bagi saya itu tidak penting, kakek melakukan ini semua semata-mata ingin berbuat baik saja."
Kisah diatas, mengandung pesan moral agar kita bekerja iklas, yang pertama kita mesti memiliki iman atau keyakinan pada yang Maha Mencipta.Tentu menganggap bekerja dalah bagian ibadah. Seperti kakek diatas, tujuan menanam pohon diatas adalah ingin berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain, karen yakin yang dilakukan baik, maka tak peduli akan menikmati hasilny atau tidak.
Yang kedua, mesti mengerti manajemen hati, intinya adalh menempatkan nurani sebgai raja yang memimpin akal (usaha cerdas) dan tubuh ( usaha keras untuk menghasilkan usah terbaik.
Intinya adalah iklas itu berarti "murni", suci", tidak bercampur",dan jernih bersih dari pencemaran, dalam bahasa Indonesia iklas tanpa pamrih, tidak mengharapkan imbalan apapun. Jadi iklas mesti murni bebas dari prasangka, entah prasangka baik maupun prasangka buruk.
Selamat belajar iklas dari kisah kakek diatas, saya Ray Elsarto salam salam sukses.

Label: